Konsultasikan rencanamu menuju Baitullah.
Sistem Customer Service ini terhubung ke aplikasi Whatsapp.

Kenali Pakaian Ihram yang Benar Saat Menunaikan Ibadah Haji dan Umroh

Beranda Haji Kenali Pakaian Ihram yang Benar Saat Menunaikan Ibadah Haji dan Umroh

 

Mempersiapkan secara teliti terkait ibadah haji dan umrah yang akan dijalankan adalah sebuah kewajiban bagi kita. Ada baiknya sebelum berangkat ke Baitullah, kita memelajari lebih dalam lagi terkait apa saja yang perlu kita persiapkan baik secara lahir maupun batin. Salah satu persiapan yang wajib dilakukan dalam ibadah ini adalah menyiapkan beberapa pakaian ihram agar pelaksanaan ibadah di Baitullah berjalan dengan lancar. Namun masih banyak dari kita yang tidak begitu memahami hukum tata cara berpakaian ihram. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Pakailah oleh kalian pakaian yang putih karena itu termasuk pakaian yang paling baik. Dan berilah kafan pada orang mati di antara kalian dengan kain warna putih.” (HR. Abu Daud no. 4061, Tirmidzi no. 994 dan Ibnu Majah no. 3566. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi kita untuk menggunakan warna putih saat berihram, karena warna ini disukai oleh Rasulullah SAW. Namun bagi wanita tidak mengapa jika ingin menggunakan warna lain; semisal hitam, abu, dan warna gelap lainnya, asal bukan warna yang mencolok. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut terkait pakaian ihram:

 

  1. Pakaian ihram pria

Pakaian ihram bagi pria berupa 2 helai kain putih tak berjahit yang digunakan di bagian bawah tubuh (izar) dan atas tubuh (rida’). Kepala dan mata kaki harus terlihat, tidak boleh ditutup menggunakan kain ihram dan penutup lainnya. Tidak diperbolehkan pula menggunakan pakaian dalam atau celana panjang dan kemeja.

Untuk pakaian bagian bawah (izar), cara menggunakan kain ihram adalah dililit seperti menggunakan sarung hingga di bawah lutut dan sebaiknya menutupi pusar, karena wilayah pusar ke bawah merupakan aurat pria. Boleh menggunakan sabuk untuk lebih mengencangkan lilitan kain agar tidak longgar.

Sementara bagian atas (rida’), kain ihram digunakan untuk menutup area dada dan punggung seperti selempang, dengan melilitkan menutup bahu kiri sampai bawah ketiak kanan. Jadi bahu bagian kanan harus dalam keadaan terbuka. Kondisi bahu kanan dalam keadaa terbuka ini hanya dilakukan saat ibadah thawaf mengelilingi Ka’bah saja. Setelah itu diperbolehkan menutup kedua bahu kiri dan kanan dengan kain ihram.

Yang perlu diperhatikan saat menggunakan kain ihram adalah menjaga agar saat posisi jongkok, duduk, dan aktivitas lainnya kondisi kain ihram tetap dalam posisi menutup aurat, tidak terbelah, atau pun terlepas.

Untuk bagian kaki, jamaah pria dilarang menggunakan sepatu sebagai alas kaki karena kedua mata kaki tidak boleh dalam keadaan tertutup.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ada seseorang yang berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Rasulullah, bagaimanakah pakaian yang seharusnya dikenakan oleh orang yang sedang berihram?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh mengenakan kemeja, sorban, celana panjang, kopiah dan sepatu, kecuali bagi yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh mengenakan sepatu. Hendaknya dia potong sepatunya tersebut hingga di bawah kedua mata kakinya. Hendaknya dia tidak memakai pakaian yang diberi za’faran dan wars (sejenis wewangian)” (HR. Bukhari no. 1542)

 

  1. Pakaian wanita

Pakaian ihram bagi wanita lebih fleksibel, seperti pakaian gamis atau mukena, asalkan menutup seluruh bagian tubuh, kecuali telapak tangan dan area wajah. Kerudung harus menutupi bagian dada, dan panjang lengan baju yang digunakan harus pula sepanjang pergelangan tangan. Bagi wanita diperbolehkan menggunakan sepatu tertutup atau kaos kaki, karena kaki adalah salah satu bagian aurat wanita yang wajib ditutup.

Yang perlu diperhatikan, wanita dilarang mengenakan cadar dan sarung tangan pada saat berihram. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

“Hendaknya wanita yang sedang berihram tidak mengenakan cadar dan sarung tangan.” (HR. Bukhari no. 1838).

Demikianlah tata cara pakaian ihram yang wajib diketahui ketika kita melaksanakan ibadah haji dan umrah. Untuk masalah pakaian ini juga tidak perlu berlebih-lebihan dalam mengenakannya, terutama bagi wanita. Jangan lupa juga untuk memperhatikan detail penggunaan pakaian ihram, terutama bagi pria. Perhatikan pembimbing haji dan umroh kita saat mereka menpraktekkan penggunaan kain ihram yang benar agar tidak ada kendala saat menjalankan ibadah di tanah suci.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Mari Pelajari Lebih Dalam Terkait Syarat Kambing Aqiqah Sesuai Syariat

Islam merupakan agama yang lengkap, segala sesuatu telah dijelaskan sehingga memudahkan dalam pelaksanaannya. Bahkan dalam menyambut datangnya buah hati Islam mengajarkan kita untuk bersyukur...

Wuquf Sebagai Inti Ibadah Haji, Mari Simak Penjelasannya!

Wuquf dilaksanakan sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah. Cara pelaksanaan wuquf yaitu dengan berdiam diri...

Latest Posts

Mari Pelajari Lebih Dalam Terkait Syarat Kambing Aqiqah Sesuai Syariat

Islam merupakan agama yang lengkap, segala sesuatu telah dijelaskan sehingga memudahkan dalam pelaksanaannya. Bahkan dalam menyambut datangnya buah hati Islam mengajarkan kita untuk bersyukur...

Wuquf Sebagai Inti Ibadah Haji, Mari Simak Penjelasannya!

Wuquf dilaksanakan sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah. Cara pelaksanaan wuquf yaitu dengan berdiam diri...

Pentingnya Mengetahui Perbedaan Haji Dan Umroh Agar Tepat Dalam Pelaksanaannya

Siapa yang tidak mengenal ibadah haji dan umroh? Tentu kita sebagai kaum muslimin mengetahuinya. Dua ibadah ini merupakan impian semua umat Islam. Untuk melaksanakannya...

Apakah Itu Thawaf Qudum? Pahami Dan Pelajari Dengan Baik

Bagi para sahabat yang ingin menjalankan ibadah haji, ada baiknya untuk menambah bekal pengetahuan sebelum bertamu ke rumah Allah. Salah satu rangkaian ibadah yang...

# Type at least 1 character to search # Hit enter to search or ESC to close