Konsultasikan rencanamu menuju Baitullah.
Sistem Customer Service ini terhubung ke aplikasi Whatsapp.

Inilah Syarat-Syarat Umroh yang Harus Kita Ketahui

Beranda Umroh Inilah Syarat-Syarat Umroh yang Harus Kita Ketahui

Sebelum disampaikan lebih jauh mengenai syarat-syarat umroh, perlu kita pahami bersama terlebih dahulu sedikit hal berkaitan tentang umroh. Umroh adalah kegiatan ibadah berupa kegitan bertamu atau mengunjungi (baitullah) untuk menjalankan serangkaian proses kegiatan ibadah (thawaf, sa’i, tahallul) dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah SAW. Berkaitan dengan Umroh, Al-Quran telah mengatur kedudukan Umroh sebagai ibadah, seperti tercantum dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 196:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنْ الْهَدْيِ وَلاَ تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنْ الْهَدْيِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ:

Sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh Karena Allah”.Hadist Nabi Muhammad SAW turut menguatkan kedudukan umroh sebagai salah satu ibadah. “Ibadah umroh dari satu umroh ke ibadah umroh yang berikutnya merupakan penghapus dosa”

Hukum melaksanakan ibadah umroh sebagai ibadah menjadi berbeda bagi tiap individu. Begitulah indahnya Islam. Hukum Umroh bagi yang mampu melaksanakan baik secara materi maupun non materi menjadi sebuah sunnah dan dapat dilaksanakan kapan saja kecuali tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Sebagian ulama berpendapat hukum umroh menjadi wajib bagi yang belum melaksanakan namun mampu dalam segi material maupun non material. Sebagaimana setiap amalan, keutamaan umroh terletak pada waktu pelaksanaannya seperti disampaikan Imam Muslim dan Imam Bukhari dalam hadits yang ia riwayatkan:

ّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Umroh pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan:

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umroh di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

Selanjutnya akan sama-sama kita bahas mengenai syarat umroh. Syarat umroh wajib dipenuhi sebelum menjalankannya. Satu syarat saja dari syarat ini tidak dipenuhi maka ibadah umroh kita akan menjadi sia-sia. Syarat umroh yang lazim kita ketahui melalui pendapat jumhur ulama antara lain;

  1. Diperuntukkan bagi umat Islam

Syarat ini adalah syarat mutlak, ibadah umroh mengharuskan seseorang yang hendak melakukannya berislam terlebih dahulu melalui syahadat. Sebab, ibadah umroh memang hanya ditujukan bagi umat Islam yang mampu.

  1. Sudah Baligh

Baligh berarti telah cukup umur, yang ditandai dengan sudah bekerjanya sistem reproduksi. Ada tiga tanda yang menandai seseorang sudah baligh, yaitu keluarnya mani (sperma) dan mimpi bersetubuh bagi pria, serta sudah mengalami haid bagi perempuan.

Masa baligh juga bisa dinyatakan dengan kemunculan tanda-tanda kedewasaan lain. Misalnya, bentuk tubuh, tumbuhnya rambut di daerah-daerah tertentu, ataupun perubahan suara. Seseorang yang telah berusia 15 tahun juga dianggap baligh, meskipun belum mengalami tanda-tanda seperti yang disebutkan sebelumnya. Seorang muslim yang belum memasuki masa baligh tidaklah diwajibkan menunaikan umroh. Walaupun demikan, dia boleh saja menunaikan ibadah umroh. Hanya saja kelak, ketika dia memasuki masa baligh dan memenuhi seluruh syarat umroh, dia masih memiliki kewajiban umroh yang harus ditunaikan.

  1. Berakal Sehat

Untuk bisa menjalankan ibadah umroh, seseorang harus berakal sehat. Sehingga, apa yang dilakukannya memang benar-benar atas kesadaran orang tersebut. Seorang muslim yang tidak sadarkan diri – karena sakit, gila, atau karena sebab lainnya – tidak diharuskan untuk menunaikan ibadah umroh, meskipun memiliki harta yang cukup. Orang gila, meskipun beragama Islam, tidak bisa menjalankan ibadah ini. Sebab, meskipun menjalankannya, sudah bisa dipastikan ia menjalankannya dengan tanpa kesadaran, sehingga dianggap tidak sah ibadahnya.

  1. Merdeka atau Bukan Budak

Merdeka di sini dalam arti bukan seorang budak. Sebab, seperti diketahui, ibadah umroh membutuhkan waktu yang lama, sehingga ditakutkan akan membuat kepentingan tuannya berantakan.

Dengan syarat ini, seorang budak tidaklah diwajibkan untuk menunaikan umroh. Pasalnya, seorang budak memiliki kewajiban untuk mengurus keperluan tuannya. Dengan demikian, ketika seorang budak tidak diperkenankan oleh tuannya untuk menunaikan ibadah umroh, dia pun tidak wajib untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Barangkali syarat seperti ini sudah jarang dijumpai di negara kita, Indonesia.

  1. Mempunyai Istitaah

Maksud dari istitaah adalah seseorang yang mempunyai segala kemampuan, baik fisik, ekonomi, maupun keamanan. Secara fisik, selain kuat, seseorang juga harus sehat dari segala penyakit yang dapat membahayakan dirinya selama perjalanan.

Sebab, ibadah ini memang membutuhkan kekuatan fisik. Secara ekonomi, selain mampu membayar biaya umroh, keluarga yang ditinggalkan juga tidak kekurangan karena keberangkatannya ke Makkah.

Dalam ibadah umroh, orang-orang yang sudah memenuhi syarat itulah yang sah ibadahnya. Jadi, demikianlah syarat-syarat umroh yang dapat memberikan tambahan pengetahuan dan sudut pandang kita semua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Mari Pelajari Lebih Dalam Terkait Syarat Kambing Aqiqah Sesuai Syariat

Islam merupakan agama yang lengkap, segala sesuatu telah dijelaskan sehingga memudahkan dalam pelaksanaannya. Bahkan dalam menyambut datangnya buah hati Islam mengajarkan kita untuk bersyukur...

Wuquf Sebagai Inti Ibadah Haji, Mari Simak Penjelasannya!

Wuquf dilaksanakan sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah. Cara pelaksanaan wuquf yaitu dengan berdiam diri...

Latest Posts

Mari Pelajari Lebih Dalam Terkait Syarat Kambing Aqiqah Sesuai Syariat

Islam merupakan agama yang lengkap, segala sesuatu telah dijelaskan sehingga memudahkan dalam pelaksanaannya. Bahkan dalam menyambut datangnya buah hati Islam mengajarkan kita untuk bersyukur...

Wuquf Sebagai Inti Ibadah Haji, Mari Simak Penjelasannya!

Wuquf dilaksanakan sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah. Cara pelaksanaan wuquf yaitu dengan berdiam diri...

Pentingnya Mengetahui Perbedaan Haji Dan Umroh Agar Tepat Dalam Pelaksanaannya

Siapa yang tidak mengenal ibadah haji dan umroh? Tentu kita sebagai kaum muslimin mengetahuinya. Dua ibadah ini merupakan impian semua umat Islam. Untuk melaksanakannya...

Apakah Itu Thawaf Qudum? Pahami Dan Pelajari Dengan Baik

Bagi para sahabat yang ingin menjalankan ibadah haji, ada baiknya untuk menambah bekal pengetahuan sebelum bertamu ke rumah Allah. Salah satu rangkaian ibadah yang...

# Type at least 1 character to search # Hit enter to search or ESC to close